TAPcamp: Solid dan Coklat

October 17, 2016

Aku yang kiri. Btw kalo dari belakang, aku lebih ganteng ya?
Bagi yang belum ngerti apa itu TAPcamp, saya jelasin dikit ya. Sekitar 10 menit saja. Kalau sudah selesai, kalian boleh tidur atau pulang. Terserah wes.

*Naik panggung gantiin General Manager*

Oke, jadi TAP itu adalah kepanjangan dari Telkomsel Apprentice Program, yaitu program magang bagi mahasiswa aktif kota Malang yang diplopori oleh Telkomsel. Yaiyalah masa Softbank. Terus camp itu kepanjangan dari camping. Kalo nggak tau apa itu camping, google translate aja.

Sudah tau atau belum artinya TAPcamp? Kalo belum, saya jelasin sekali lagi nih. Jadi TAPcamp itu adalah mahasiswa yang magang di Telkomsel pergi camping. Tidur di hutan, makan di sawah, minum di sungai. Pokoknya hidup di alam terbuka deh. Kalau Alam mbah dukun itu penyanyi dangdut.

Segitu dulu deh. Semoga kalian ngerti. Calon General Manager mau kuliah dulu.

Dadah.

*Balik kanan, naik panggung lagi* Oh ya, campingnya ini selama dua hari. Sebenarnya saya bukan peserta sih. Karena sudah alumni TAP tahun 2015 kemarin, saya dipercaya sebagai panitia sie dokumentasi. Saya akan menceritakannya secara urut dari kacamata sie dokumentasi.

Ah dah telat w nih, mana dosen dah nelpon-nelpon lagi.

Dadah.

***

Di hari pertama, sebagai panitia yang lumayan keren di mata para mantannya. Saya sampai Grapari sekitar pukul 6 pagi lebih sedikit. Sesuai perjanjian sebelumnya, sebagian panitia berangkat lebih dahulu sebelum peserta. Biar ada yang menyiapkan hal-hal yang kurang di tempat camping tersebut.

Oh ya. Sebelum lanjut, tempat campingnya ini Sumberawan. Kalo nggak tau Sumberawan, google translate aja.

Tempatnya nggak familiar di kuping saya. Memang sih kuping saya dan Sumberawan nggak sodaraan. (itu family) Mendengar Sumberawan, saya mengira kami akan camping di sebuah tempat yang dimana tempat tersebut adalah tempat pembuatan awan buatan.

Setelah sampai lokasi, ternyata saya salah. Sumberawan itu kayak “hutan” tapi bukan hutan. Kalo dibilang kebun juga bukan kebun. Apalagi Mall. Pasti bukan. Pokoknya, kalau mau tau Sumberawan itu di mana dan berbentuk apa, google translate aja.

Sampai di lokasi, kami langsung mengerjakan apa saja yang kurang. Mulai dari memberikan sedikit ornamen pada pohon-pohon agar terlihat cantik, hingga memasang banner dan x banner di tempat yang sudah ditentukan.

Itu saya habis ngapain kok letoy begitu ya?
Nggak lama setelah semuanya beres, dua truk tentara dan beberap mobil yang isisnya panitia dan peserta sampai di lokasi. Saya deg-degan.

Berselang beberapa menit. Semua peserta sudah membuat lingkaran besar di tengah lapangan. Mbak Adhel, yang ngurusin acara ini, langsung pidato tiga bahasa di tengah-tengah peserta. Selepas itu, peserta yang sudah dibagi sebelumnya langsung menunjukan yel-yel mereka.

Saya langsung jiprat jipret cekrek.

Tuh, Mbak Adel masuk blogku. Bangga nggak? by Mas Rendy
Setelah selesai yel-yel, lanjut lagi ke acara ke dua, yaitu membuat MOP untuk kepentingan dokumntasi. Pengambilan gambarnya memang nggak susah-susah amat pakai drone, tapi untuk membuat tulisan TAP dari 120 anak itu yang lumayan susah. Sempat ganti gaya beberapa kali, akhirnya MOPnya jadi! Fyuh.

Selesai MOP acara dilanjutkan ke acara yang paling penting. Isoma. Istrahat Solat Mantan.

Penampakan MOP. By Reza
Sehabis Isoma, cuaca jadi nggak menentu. Langit sudah mulai menghitam. Lokasi camping jadi seperti malam hari. Pelan-pelan air mulai turun dengan sendirinya. Yang awalnya cuma gerimis, nggak lama kemudian, hujan langsung datang mengeroyok. BYUUUUUR~

Karena hujannya deras, jadi tenda-tendanya bocor, yang paling seru pas ujan itu adalah pas ngecek ke tenda cewek. Atap tenda cewek ada beberapa tempat yang bocor. Beberapa panita termasuk saya nembel pake isolasi tetep nggak ada efeknya. Airnya tetap saja netes-netes kayak air mata saya, pas putus kemarin.

Niat awal buat benerin tenda sebenarnya sekalian buat cari perhatian, tapi mboh nggak tau, ada yang perhatiin saya apa nggak. Krai.

Selepas isoma sebenarnya ada acara semi outdoor, tapi karena kondisi cuaca yang lumayan buruk, dan hujan yang masih menderu, acaranya sempat berhenti sejenak. Panitia memutar otak agar acaranya tetap berlangsung dan nggak beberapa lama, akhirnya panitia memutuskan untuk tetap melanjutkan acara, tapi di dalam tenda.

Acara tersebut adalah acara “penilaian” yang  berisi game, nyanyi-nyanyi dan beberapa hal lain. Acara tersebut penting karena dari acara tersebut bisa kelihatan mana orang-orang yang cocok menjadi CEO TAP 2016 Batch 2 Malang nantinya.

Saya yang melihat acara itu dari balik lensa kamera, paling senang foto-foto pas ceweknya lagi teriak, pas ada beberapa panitia yang gangguin mereka. Hehe. Kecantikan mereka bertambah kalau teriak. Apalagi mendesah.

Acara penilaian siapa yang berpotensial sebagai CEO ini menurut saya cukup seru, selain mengasah kekompakan dan melatih mental, game-game di dalamnya juga cukup membuat siapa yang menyaksikannya terpingakl-pingkal. Saking nggak sadarnya, saya ketawa-ketawa di tenda cewek, pas udah capek ketawa, tau-taunya saya ada di tenda darurat.


Jangan ganggu aku bang Cafiq. Wkwk
Setelah acara itu, kemudian dilanjutkan dengan acara ice breaking dan mentoring dari beberapa petinggi telkomsel branch Malang. Mas Aka, Pak Ihsan dan Bu Ernie.


Mantan General Manager Telkomsel Malang. Kak Ernie by Mas Rendy
Nah setelah itu, acara selanjutnya ini yang menurut saya paling ditunggu-tunggu. Cekicrot.

***

Acara malamnya adalah api unggun-an. Acaranya sempat ketunda beberapa menit karena hujan kembali turun, tapi alhamdulillah cuma gerimis-gerimis kecil, nggak bisa membuat apinya padam.  

Semua peserta termasuk beberapa panitia ikut mengelilingi api unggun. Saya mah keliling-keliling buat ngefoto peserta. Karena membelakangi api unggunnya, punggung saya beberapa kali terasa panas.

Saat mengelilingi api unggun ini beberapa peserta menunjukkan penampilan mereka. Ada yang menampilkan tari daerah, drama musikal hingga debus.

Yang bikin saya baper sih, saat semuanya nyanyi kepompong ciptaannya Sindentosca. Bulu kuduk saya berdiri, bulu kaki saya malah duduk. Merinding mendengar semuanya nyanyi. Saat itu rasanya, semuanya bersatu. Termasuk makhluk-makhluk halus yang ada di tengah hutan tersebut. KAMI KOMPAK!

Selesai api unggun-an, hujan turun lagi, kali ini lebih deras dari sebelumnya. Seperti tadi, semua tenda bocor, apalagi tenda panitia. Terpal yang dipakai untuk alas tidur, kotornya lebih kotor dari sungai di Jakarta #pesanmoralbyarul


Api unggun, uye~~~~
Karena kami nggak bawa kain pel, tiga baju panitia dipakai untuk ngepel terpal tadi, sungguh mengarukan perjuangan kami untuk tidur.

Paginya, sekitar pukul 5 pagi, semuanya sudah bangun, beberapa peserta cewek sudah mengantri untuk mandi, sedangkan yang cowok mandi di sungai yang kebetulan dekat dengan lokasi camping.

Saya? Cuma sikat gigi dan cuci muka pakai air mineral gelas. Bayangkan bau badan saya yang sekitar dua hari nggak mandi. Nyamuk lewat saja, rela muter balik. Sampai melanggar jalur, lagi.

Acara pagi ini adalah outbound. Acara itu, nggak bikin panitia sibuk, karena sudah dipegang oleh vendor yang menjadi pengawas acara kami. Panitia cuma duduk-duduk di pinggir sambil nonton para peserta joget-joget dan main game.

Salah satu game pas outbound by mas Rendy


Kalo saya mah tetap, foto-foto peserta yang lagi seru-seruan. Tapi saya cuma foto yang cewek-ceweknya, yang cowok mah biar aja, nggak penting. Namanya juga naluri lelaki.

Selesai outound sekitar pukul 12 siang, walaupun melelahkan, semua peserta terlihat sangat menikmati acara itu.

Acara dilanjut dengan pemotongan tumpeng dan pemilihan CEO. Habis itu, semuanya kembali lagi ke kantor untuk pengumuman siapa yang terpilih jadi CEO TAP batch 2 ini. Di sinilah, saya terharu banget. Agak lebay sih. Hehe.



***

Semua peserta sudah berkumpul di ruang dance Grapari Malang, mereka sudah berkumpul sesuai kelompok yang baru saja mereka bentuk. Mas Aciel dan seluruh panitia sudah berada di depan peserta untuk mengumumkan siapa yang diberikan kepercayaan untuk menjadi CEO TAP batch 2 Malang.

Selepas pengumuman ini itu, semuanya disuruh untuk mengeluarkan coklat yang beberapa hari sebelum camping sudah diumumkan untuk dibawa.

“Sekarang kalian berikan coklat tersebut ke panitia yang menurut kalian berkesan selama TAPcamp ini” kata mas Aciel memandangi panitia dan peserta.

Saya mah nggak berharap untuk dapat coklat, karena saya nggak terlalu berperan dalam TAP ini. Nggak keliatan. Toh tugas saya cuma foto-foto.

Beberapa coklat sudah diletakkan di bawah untuk beberapa panitia yang belum sampai di Grapari karena terjebak macet di jalan. Dari beberapa panitia, yang paling banyak menerima coklat adalah mas Syafiq, salah satu pendamping untuk beberapa peserta.


Mas Syafiq dapet banyak bet coklat~
Di saat sebagian peserta yang mungkin nggak sadar atas keberadaan saya, tiba-tiba, ada seorang peserta yang menghampiri saya. Dia menyerahkan sebatang coklat miliknya.

“Ini buat mas Arul, karena udah mau capek-capek foto-fotoin kami” peserta tersebut kemudian kembali ke kelompoknya.

Saya cuma bisa senyum nggak percaya.

Hati saya bergetar. Kayak stick PS. Saya terharu. Tapi nggak mungkin sok-sok nangis. Saya memasukkan coklat itu ke dalam tas.

Saat semua peserta sudah pulang, baru saya buka coklat itu dan memakannya dengan beberapa panitia yang nggak dapat.

Yang ngasih coklat, i remember you.

Dia membuktikan apa yang saya pikirkan salah, nggak ada panitia yang nggak berguna, panitia itu saling berhubungan satu sama lain, kalo nggak ada salah satu sie dalam sebuah acara, pasti acara itu nggak akan lancar.

Paling nggak kita masih diperhatikan oleh satu dua orang.

Nggak ada yang nggak berguna di dunia ini, sampah yang menurut kita nggak berguna saja, bisa menjadi barang berharga untuk sebagian orang.

Kalo Metro TV atau Kompas TV lagi butuh motivator, saya siap.

Terima kasih sudah menyadarkan. Disetiap detik pasti ada pembelajaran, asalkan kita peka.

Sekian.

Sampai ketemu di TAPcamp tahun depan. Semoga dipercaya sebagai panitia lagi.

SOLID PASTI BISA!

Yang ngasih coklat, I remember you.


Panitia~

Seluruh peserta dan panitia


***

Maafkan, tulisannya panjang banget. Terima kasih kalo ada yang baca sampai habis, apalagi bersedia untuk komentar. I love you.

Bonus videonya, nih dari Rencang Makaryo.


You Might Also Like

17 comments

  1. Itu pas makan coklat
    Coklatnya rasa apa?
    .
    Kenapa g dtiup aja ujannya
    Siapa tw berenti
    Gampangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coklatnya rasa coklat Nik 😂

      Teori darimana tuh kalo hujan terus ditiup hujannya bisa berhenti? Wkwkwk

      Delete
  2. Hahahaah mana orangnya yang ngasih coklat rul? Siapa tahu Kompas TV sama Metro ngeliat (LHA TERUS KENAPAH??).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah -_____- wkwkw.
      Mungkin nanti bakal dibuat jadi variety show?

      Delete
  3. Itu "apalagi klo mendesah" nya kok dicoret rul? padahal kan bener perempuan klo lgi gtu cantik nya nambah...muehehehe (mode bejat : on)

    Sudah mnjadi naluri lelaki memang, mngikuti aura2 perempuan....udah kbaca dari foto2 yng kmu msukin disni...kbanyakan foto prempuan.....

    Ya, stidaknya kmu dpat coklat rul...dan gk malu2in blogger yg jadi panitia..klo gk dpat coklat satupun dari peserta, blog ini mngkin udah gw hack...huahuahuaaa.

    Ini wlaupun cuman satu pseerta yg ngasih coklat, brarti bnget ya rul. Gw jadi ingat waktu polling panitia ter-ter jaman SMA, gw jadi kord. Konsumsi, dan sama kyak dokumntai, gk tralu dket dngan pserta. Tpi alhhmudulillah waktu itu ada yg milih gw jadi panitia terganteng...walaupun cuma satu orang, stidaknya hari itu gw mulai sadar klo gw ini ganteng...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjay, blogku mau di hack :D

      Biasanya satu itu lebih berarti daripada banyak :D Lebih nancep di hati.

      Delete
  4. ada yang cantik satu. leh ugha Rul haha

    ReplyDelete
  5. Kecantikan mereka bertambah kalau teriak. Apalagi mendesah. Taiklah, Mz Arul! XD

    Oiya, bener banget tuh. Semua seksi dalam panita memang berguna. Gak ada yang namanya seksi nyampah. Yes, sampah aja bisa berguna. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga setuju Yog, soalnya gue yang nulis.

      Lah taik. wkwk

      Delete
  6. apaan tuh sholat mantan? :/
    oh jadi Tapcamp itu Tidur di hutan, makan di sawah, minum di sungai, ehhh mandinya di arab saudi.. :D

    ReplyDelete
  7. yang ngasih coklat. I rememeber you.
    hahahah :D

    sangking cuma satunya jadi diinget ya, coba mas syafiq yang dapet cokelat banyak. mana inget dia yang ngasih siapa aja. :D
    Uwaah seru ya acaranya, kaya anak pramuka. tempatnya juga yahuud.

    ReplyDelete
  8. seru selalu ya acara oting seperti ini... jadi lebih ikrib juga nantinantinya.

    ReplyDelete
  9. Sumberawan udah aku translate kok, udaaaaah. :"D

    Familiar sama family tipis yaaaaaah wkwk. Tapi ngguyu aku. :(

    Hasil fotonya bagus-bagus mas :( Seru bgt kayaknyaaa, asik bgttt, tapi pasti sibuk bener yaaah?

    ReplyDelete
  10. Ujung-ujungnya promosi diri sendiri, Pak? Wkwk.

    Btw, asik banget ya acaranya. Yang ngasih coklat cowo apa cewe tuh? :v

    ReplyDelete
  11. Wuah. Dikasih cokelat! -_- *sirik*

    Btw jadi inget acara inagurasi. Aku jadi seksi acara pusingnya setengah mati. Apalagi acara kayak gini yaaaa.. ._.

    ReplyDelete
  12. Oh sumberawan itu mall di batu yaaa #Melipir

    ReplyDelete

Habis baca, jangan lupa komentar ya. Biar ada jejaknya, biar bisa blogwalking! Biar tau, siapa aja orang-orang baik yang main-main ke blog ini *slurp*