Mouse, Maafkan Aku

13:07:00

Pelan-pelan saya masukan semua yang saya butuhkan, laptop, headset, hape, hingga yang paling penting, mouse. Kalo nggak ada mouse laptop saya nggak bisa ngapa-ngapain, lumpuh.

Saya menarik resleting tas hingga tas coklat saya tertutup, walaupun sudah lusuh, bekas bolpoin di mana-mana, hingga kayaknya tali punggungnya mau sobek dan putus, tas coklat yang saya pakai ini adalah tas andalan saya, karena tas satu-satunya yang saya punya. Sedih.


Saya membuka pintu pelan-pelan, biar dramatis kayak di film-film. Langsung berjalan menuju motor yang terparkir di halaman rumah. Hari ini saya mau pergi ke tempat hotspot langganan saya. di rumah nggak ada wifi. Satu-satunya cara mencari hiburan selain nonton tivi adalah pergi ke hotspotan. Atau biar lebih gampang ke tempat wi-fian aja deh.

Perjalanan ke tempat wi-fian bisa dibilang sama seperti perjalanan ke tempat wi-fian sebelum-sebelumnya. Jalanan kota Praya masih lenggang seperti hari pertama jalanan itu dibuat. Jarang ada kendaraan yang lalu lalang. Siang itu, kendaraan yang lewat bisa kita hitung dengan angka-angka yang pernah kita pelajari dari pelajaran matematika, mulai dari 1 sampai angka berapa yang terbanyak di dunia ini. Anak-anak sekolah juga keliatan baru pulang, ada yang pakai helm, ada juga yang nggak.

Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di tempat wi-fian dari rumah, kalo ada yang pernah jalan-jalan ke Praya, nama tempat wi-fiannya adalah FerryNet. Persis di depan gedung SMA 2 Praya yang dulu. Tempat wi-fian ini udah terkenal di Praya, karena satu-satunya tempat wi-fian di sana. Nggak deng, banyak sih tapi nggak ada yang secepat dan senyaman FerryNet.

Sampai di sana, seperti hari-hari lainnya, tempat wi-fiannya nggak terlalu rame. Untungnya nggak ada yang duduk di tempat biasa saya duduk. Langsung mengeluarkan weapon yang saya butuhkan untuk berselanjar di dunia internet. Laptop, mouse dan cas laptop. Semua weapon itu udah saya letakkan di sebuah meja panjang. Setelah semuanya saya keluarkan, tiba-tiba ada perasaan aneh yang muncul. Ada yang janggal dari weapon saya itu. Saya cek satu per satu.

Pertama saya cek laptop, saya bolak balik laptop, melihat sisi kiri dan kanan tapi nggak ada yang rusak sama sekali. Begitu juga dengan cas laptop, saya coba casan laptop itu di colokan listriknya, masih berfungsi dengan baik.

Saat saya mengecek mouse, mood saya untuk internetan, hilang seketika. Melihat kondisi mouse yang anggota tubuhnya hilang sebagian, membuat saya ngeri, merinding ketakutan. Kaki saya gemeteran, tangan saya juga. Mata saya seperti basah

“ Nggak, saya nggak mau nangis di sini” kata saya dalam hati. Kepala saya tiba-tiba pusing, dan semua yang ada di depan saya menghitam. Saya rasanya mau pingsan.  

Saat itu, saya nggak tau harus bagaimana, mau bawa mouse saya ke dokter, saya nggak punya cukup uang. Mau bawa ke pengobatan tradisional, pasti rame, karena kita sama-sama tau, kita lebih percaya dukun daripada dokter. Tapi alhamdulillah, keajaiban mengampiri saya,  saya coba pasang kabel usb mouse ke port usb laptop saya, mousenya masih bisa dipakai, saya melanjutkan internetan selama 2 jam.

Baru memutuskan untuk pulang.


Sampai di rumah saya langsung mencari serpihan bagian mouse itu di kamar, saya mencari ke sudut-sudut kamar, belakang lemari, bawah kolong meja, rumah tetangga tetep nggak ada. Kemungkinan besar sudah di sapu.

Saya agak sedih.

Saya pun langsung mencari kotak p3k, mencari apa yang saya butuhkan, nggak ada. Saya mencari plester. Di kotak p3k tersebut memang ada isolasi, (Ini kok bisa sih isolasi ada di kotak p3k) tapi saya akhirnya nggak pakai itu. Ada satu benda yang mirip isolasi dan plester, namanya koyo.

Sebelum memakaikan koyo itu ke mouse, saya memandangnya lekat-lekat. Memori-memori kebersamaan saya dengan mouse ini begitu banyak.

Ketika di malam minggu banyak remaja pergi malam mingguan, mouse ini menemani saya melihat foto-foto mantan yang masih saya simpan di laptop *truestory. Mouse ini pula yang membantu saya membuka blog, nulis postingan dan blokwalking. Mouse ini juga yang menjadi saksi bisu, tangan nakal saya ketika ingin membuka situs-situs yang dilarang menkominfo. Mouse ini juga yang membantu saya close tab ketika muncul internet positif.

Saya nangis.

Nggak mau terlena dengan keadaan seperti ini. Sayapun memakaikan koyo itu ke mouse tersebut dengan mata tertutup. Alhamdulillah, sekarang mousenya udah baik-baik aja. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Organ dalam mousenya nggak keliatan lagi.

Saya memeluk mouse itu dengan penuh kasih sayang.

“Kalo nggak ada kamu, mouse. Laptop saya nggak ada gunanya sama sekali, maafkan aku ya mouse karena aku nggak pernah peduli sama kamu sebelumnya, selalu melemparmu kesana kemari, membentur tembok, mencium lantai, jatuh berkali-kali. Maafkan aku karena perbuatan biadabku ini. Maaf.”

Sekian.




***
Ya Allah gaes maaf, lebay :(((((

Semoga kalian nggak muntah baca tulisan yang sangat absurd ini. Kayaknya nggak ada manusia yang nangis gara-gara mouse deh ya?

Maafkan atas kelebayan + keabsurdan tulisan ini, tapi saya harus memposting tulisan ini biar dikatain konsisten ya. Saya juga besok mau ke yang ngurus hak-hak paten itu, nggak tau namanya, mau mematenkan genre tulisan ini lebay dan absurd menjadi genre yang inovatif menjadi lesurd.

Dukung akoh ya….

Muaxh. Thx gaes.

You Might Also Like

27 Komentar

  1. Yang tabah ya rul.... *peluk arul*

    ReplyDelete
  2. Anjay, gue pribadi belum bisa menceritakan sebuah insiden yang padahal sepele banget tapi bisa jadi satu postingan yang nggak bosenin bacanya. Haha GWS ya mouse-nya, rul!

    ReplyDelete
  3. Gue sempet mau nangis pas chargeran gue rusak. Gila njir, charger aipon mahal banget gitu! Sedih asli! Gue sampe gak megang hape 2 hari. :(

    ITU KOK KOYO DAH? BUSET.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau kabel aipon mahal, oke gue mau jaga baik2 kabel aipon gue. Yha itu koyo :D

      Delete
  4. ngakak rul koyonya gak nguatin wkwkkw

    kayanya arul harus cari pacar lagi, makin lebay emnag rul wkwk

    ReplyDelete
  5. ya Allah itu mousenya kayak dipakein sempak.
    tapi yaudah lah yang penting masih idup.
    moga langgeng ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir sempak :D InsyaAllah langgeng kok :D

      Delete
  6. Demi apa, mouse nya fashionable abist!
    Kayaknya ini bakal jadi tren fashion 2017, koyok at the mouse

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sih, aku pengen banget jadi pioner koyo at the mouse

      Delete
  7. ya sudahlah nak, sejak awal aku telah memaafkanmu, hanya saja ingat jangan engkau ulangi prilakumu yang buruk itu kepadaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbah.. lho? Ini mbah apa si mouse yang ngomong?

      Delete
  8. Ternyata kerusakan mouse bawa pengaruh besar untuk kejiwaan dan mental pemilikinya ya. Bikin merinding ketakutan, kaki tangan gemeteran, dan mata basah :'(

    Syukur dah kalo mousenya udah sembuh, kalo mouse bisa ngomong pasti dia bakal mengeluh soal penampilan barunya hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kayak nahen laper gitu deh pokoknya :D Mungkin dia akan bersyukur telah diobati, haha.

      Delete
  9. wah kasihan itu mouse, cepet sembuh ya mounse.. wkwk

    ReplyDelete
  10. Hahaha... yakwa... mousenya di koyoin. tapi memang begitulah kehidupan org setia, selama masih bisa dipake, gamau ganti. xD

    ReplyDelete
  11. Selamat Siang Mas Arul,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda. Duh itu kenapa ga sekalian di perban mousenya ;D
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat gencar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar/roommate agar orang-orang yang ingin menyewa rumah dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan pada awal tahun 2016.

    Saat ini saya membutuhkan bantuan anda untuk menuliskan artikel review mengenai serumah.com di situs blog anda. Kami sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkannya di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya hubungi mbak, tapi nggak ada respon...

      Delete
  12. Yawla~ Mungkin mouse kamu sedang merintih kepanasan karena dibungkusin koyo. Istighfar, Rul. Istighfar! :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue udah ganti koyonya sih, jadi... kain kafan.

      Ya Allah tega ya :(

      Delete
  13. Kayaknya wajar aja sih lebay atau nangisin sesuatu yang rusak, hilang gitu wkwk apalagi barangnya emang sering dipakai.
    Btw, mousenya deuh deuh :))))) koyo sob koyo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada benda lain tuh buat ditempelin :')

      Delete
  14. tolol banget wkwkw. eniwei, tapi ini cerdas!

    ReplyDelete

Kalo kamu anggep tulisan aku penting buat kehidupan kamu, kamu bisa follow blog ini kok, kamu juga bisa koment, terserah kamu deh, yang penting kamu seneng.